Bila banjar amarah enggan menetap didalam hati
koyak luka hati terperih
ingin rasanya dera menghampiri amarah
namun raga ini ragu
tidak ingin mendapati kacang lupa kulit
Tuhan.........
tunggal harapan yang dapat dilayangkan ke dalam jiwa
urungkan diri sakralkan hati yang telah teracuni
biar waktu yang menjawab sangka mereka terhadap diri
kini genta gita darma yang harus dilakoni
duka cita di hati biarlah diri yang menutupi
nada pelangi sebar semesta
teduh sejuk menatap angkara amarah
Difa Ariestha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar